Iklan

Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD TTU, Dokter IGD RS Leona NTT Jatuh Sakit dan Trauma Berat

6/20/2026, 17:11 WITA Last Updated 2026-06-20T09:11:50Z

Keluarga dokter Icha saat bertemu dengan pimpinan DPRD Kabupaten TTU (Dokumen Victor Manbait )


KEFAMENANU – Seorang dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama dr. Icha di ruang perawatan RS Leona pada Selasa (16/6/2026) sebagai bentuk atensi terhadap kasus yang menimpa tenaga kesehatan di wilayahnyalamatkan seorang pasien anak yang terkena gigitan ular pada Sabtu (13/6/2026) lalu.

Akibat bentakan dan perlakuan kasar tersebut, dr. Icha mengalami trauma psikologis yang mendalam. Kondisi kesehatannya terus menurun hingga ditemukan terkulai lemas di kamarnya dan kini harus menjalani perawatan medis intensif (opname) di RS Leona.

Kronologi Intimidasi di IGD: Korban Dibentak dan Ditunjuk-tunjuk

Paman kandung korban, Victor Manbait, membeberkan bahwa dr. Icha sebenarnya telah melakukan tindakan medis secara profesional sesuai Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit, termasuk melakukan konsultasi berkala dengan dokter spesialis anak.

Namun, ketegangan dipicu oleh pihak keluarga pasien yang tidak bisa menerima penjelasan medis korban. Dr. Icha menjelaskan bahwa jenis vaksin yang diminta keluarga belum direkomendasikan secara klinis dan stoknya sedang kosong di rumah sakit.

Situasi di dalam area IGD mendadak memanas setelah kedatangan dua pria yang mengaku sebagai anggota dewan terhormat. Mereka langsung melayangkan protes keras dengan nada tinggi di ruang perawatan. Salah satu oknum legislator bahkan dilaporkan menunjuk-nunjuk wajah dr. Icha secara agresif.

“Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” ungkap Victor Manbait kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Trauma Berat, dr. Icha Ditemukan Terkulai Lemas

Tekanan emosional yang hebat membuat dr. Icha menangis histeris di sela-sela waktu bertugas. Keesokan harinya, rasa takut dan trauma mendalam masih terus membayangi sang dokter.

Hingga pada malam berikutnya, rekan sesama tenaga kesehatan menemukan dr. Icha dalam kondisi tubuh yang sangat lemah di dalam kamar tempat tinggalnya. Ia pun langsung dilarikan ke RS Leona untuk dipasang infus dan menjalani perawatan opname akibat depresi klinis dan akumulasi tekanan psikologis pascainsiden.

Identitas Terbongkar, Keluarga Desak Badan Kehormatan DPRD TTU

Merespons tindakan semena-mena tersebut, pihak keluarga korban langsung mendatangi Gedung DPRD TTU pada Senin (15/6/2026). Dari hasil konfirmasi resmi, terungkap bahwa dua oknum yang melakukan intimidasi tersebut adalah anggota aktif DPRD TTU, yaitu Trens Lasakar dan Robertus Tubani.

Pihak keluarga mendesak pimpinan komisi dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka menuntut agar kedua legislator tersebut diproses sesuai dengan mekanisme hukum dan kode etik kedewanan yang berlaku. selain itu, keluarga juga meminta jaminan keamanan fisik serta psikis bagi dr. Icha dalam menjalankan tugas kemanusiaannya ke depan.

Di sisi lain, Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, dilaporkan telah datang menjenguk langsung kondisi dr. Icha di ruang perawatan RS Leona pada Selasa (16/6/2026) sebagai bentuk atensi terhadap kasus yang menimpa tenaga kesehatan di wilayahnya.

Komentar

Tampilkan

  • Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD TTU, Dokter IGD RS Leona NTT Jatuh Sakit dan Trauma Berat
  • 0

Terkini