Iklan

Pendapatan Tembus Rp47,7 Triliun, BP BUMN Dorong Transformasi Pupuk Indonesia demi Ketahanan Pangan

, Juni 20, 2026 WITA Last Updated 2026-06-20T09:01:22Z



JAKARTA – Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) terus mendorong PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk memperkuat kinerja bisnisnya. Langkah ini dinilai strategis tidak hanya untuk mendongkrak profitabilitas perusahaan, tetapi juga dalam menjaga peran vitalnya mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa berbagai upaya transformasi yang dijalankan oleh Pupuk Indonesia Group sejauh ini telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Hal ini tercermin nyata dari pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan yang melonjak signifikan hingga Mei 2026.

Laba Bersih Pupuk Indonesia Group Melonjak 230 Persen

Hingga Mei 2026, Pupuk Indonesia Group berhasil mencatat pendapatan year-to-date (ytd) sebesar Rp47,71 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa sebesar 49% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, penguatan kinerja operasional yang solid juga berhasil mendorong EBITDA perusahaan mencapai Rp11,36 triliun, alias meningkat hingga 132%. Alhasil, laba bersih Pupuk Indonesia ikut meroket sebesar 230% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp6,70 triliun.

"Transformasinya sudah mulai menunjukkan hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan," ujar Dony Oskaria dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).

Antisipasi Fluktuasi Harga Komoditas dan Skema Subsidi Baru

Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), baru-baru ini menggelar pertemuan intensif dengan Direktur Utama PIHC. Pertemuan tersebut khusus membahas perkembangan bisnis terkini serta sejumlah isu strategis yang membayangi industri pupuk nasional.

Ada beberapa poin krusial yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut, antara lain:

  • Dinamika Pasar: Memetakan arah bisnis dan pergerakan pasar pupuk global maupun domestik.
  • Manajemen Risiko: Mengantisipasi dampak fluktuasi harga komoditas melalui pengelolaan risiko berbasis pasar (marked-to-market).
  • Reformasi Subsidi: Menyiapkan strategi dalam mengantisipasi rencana perubahan skema subsidi dari pemerintah.


Tata Kelola Distribusi: Memperkuat pengawasan agar penyaluran pupuk bersubsidi bisa semakin tepat sasaran sampai ke tangan petani.

Menjaga Keberlanjutan Sektor Pertanian Nasional

Menurut Dony, langkah-langkah mitigasi dan penguatan tata kelola ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan. Dengan fondasi bisnis yang sehat, Pupuk Indonesia dipastikan mampu memberikan dukungan penuh terhadap produktivitas pertanian tanah air.

Melalui komitmen transformasi yang kuat, pengelolaan risiko yang adaptif, serta distribusi yang transparan, Pupuk Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing di kancah internasional sekaligus menjadi benteng utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Komentar

Tampilkan

  • Pendapatan Tembus Rp47,7 Triliun, BP BUMN Dorong Transformasi Pupuk Indonesia demi Ketahanan Pangan
  • 0

Terkini